Turki dan Anggota EFTA Sepakat Perluas Perjanjian Perdagangan Bebas

Betewe.com – Turki dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA), seperti Islandia, Liechtenstein, Norwegia dan Swiss menandatangani perjanjian pada 25 Juni kemarin untuk memperluas perjanjian perdagangan bebas mereka (FTA).

Menteri Ekonomi Turki Nihat Zeybekci seperti dikutip Hürriyet Daily News menyampaikan hal tersebut saat upacara penandatanganan di Saudarkrokur, Islandia.

“Revisi FTA adalah perjanjian yang lebih modern dan lebih jauh jangkauannya antara Uni Bea Cukai Turki dengan Uni Eropa,” kata Zeybekci.

Ia menambahkan bahwa mereka mengharapkan perjanjian itu akan berfungsi sebagai model untuk memperbaharui Uni Bea Cukai.

Cakupan Perluasan Perdagangan

Dilansir dari laman Hürriyet Daily News, Selasa (26/6/2018), FTA pertama, mencakup perdagangan produk industri, ikan dan produk laut, serta produk pertanian yang diproses antara Turki dan negara anggota EFTA.

Baca Juga:  Bagaimana Anak-Anak beserta Pelatih Sepak Bola Bisa Bertahan Hidup di Dalam Goa

FTA itu ditandatangani pada 1991, seperti yang ditulis dalam situs web resmi EFTA.

Zeybekci mengatakan revisi FTA juga akan mencakup perdagangan dalam layanan, elektronik serta kekayaan intelektual.

“Setelah negosiasi yang sukses untuk semua pihak, langkah-langkah memfasilitasi diambil untuk pengurusan visa, izin kerja dan sektor penting seperti transportasi jalan dan layanan logistik, layanan kesehatan serta pariwisata,” tegas Zeybekci, seperti dikutip oleh Anadolu Agency.

Tujuan Pendirian EFTA

Perlu diketahui, EFTA didirikan pada 1960 silam dan memiliki tujuan untuk mempromosikan perdagangan bebas, integrasi ekonomi demi kepentingan negara-negara anggotanya serta mitra dagang mereka. Selain itu, EFTA juga memiliki fungsi sebagai organisasi antar pemerintah.

Baca Juga:  Menteri Jerman Izinkan Pemakaian 'burkini' di Sekolah-sekolah

Komentar

Mungkin Anda Menyukai