Akibat Gempa, Gunung Rinjani Ditutup Sampai Waktu Yang Belum Ditentukan

Betewe.comBalai Taman Nasional Gunung Rinjani menutup jalur pendakian Gunung Rinjani sampai waktu yang belum ditentukan. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Sudiyono mengatakan penutupan pendakian tersebut dilakukan karena melihat kondisi di Gunung Rinjani belum aman untuk pendakian.

“Mulai tanggal 29 Juli (pendakian) sudah kita tutup. Semua pintu masuk kita jaga. Kondisi kawasan di gunung masih belum stabil, masih ada gempa susulan,” kata Sudiyono saat dihubungi.

Ia menjelaskan kondisi yang tidak stabil seperti halnya pada struktur tanah. Kemudian juga di beberapa titik tanah terlihat retak dan rawan longsor.

Kondisi tersebut, lanjut Sudiyono merupakan imbas dari gempa yang terjadi beberapa waktu lalu yang disusul dengan gempa terjadi pada 5 Agustus.

Baca Juga:  Techno-Suntikan-Semangat-Untuk-Kreator-Game-Pembuat-Game-Fortnite-Untung-14-Triliun-betewe-com

Wisatawan Dihimbau Agar Tak Mendaki

Oleh sebab itu, ia mengimbau agar wisatawan tak berkunjung atau melakukan pendakian ke Rinjani.

“Tolong jangan ke Rinjani dulu, karena demi keamanan pendaki sendiri. Bisa jadi (pendakian) ditutup sampai awal tahun. Menunggu struktur tanah stabil dan harus menunggu hujan dulu supaya stabil,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, gempa bermagnitudo 7 mengguncang Lombok dan sekitarnya pada Minggu (5/8/2018) malam sekitar pukul 18.46 WIB. Getaran terasa hingga Bali.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami, namun kemudian dicabut. Sejumlah gempa susulan sempat terjadi pasca-gempa berkekuatan 7 magnitudo.

Gempa ini terjadi kurang lebih sepekan setelah gempa yang mengguncang wilayah NTB pada 29 Juli 2018. Saat itu, pusat gempa berada di Lombok Utara.

Baca Juga:  Mau Wisata Cave Tubing? Musim Kemarau Seperti Sekarang Merupakan Waktu Yang Tepat

Komentar

Mungkin Anda Menyukai